• Manfaat Omega 3 Untuk Anak

    Omega 3 memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, salah satunya untuk kecerdasan otak. Omega 3 adalah asam lemak esensial, yaitu lemak yang diperlukan untuk kesehatan tetapi tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Asam lemak omega 3 dapat diperoleh dari ikan seperti ikan tuna .

  • Atasi Demam Pada Balita

    Demam pada balita sering terjadi. Demam bukanlah sejenis penyakit, tapi demam adalah tanda sistem pertahanan tubuhnya sedang aktif bekerja. Tidak jarang tubuh balita terasa hangat dan jika diukur hanya naik 0,5 derajat dibandingkan suhu tubuh normal, 36 derajat Celsius. Jika balita panas .

  • Rahim Menekuk Ke Belakang (Retofleksi)

    Rahim retrofleksi adalah letak rahim yang cenderung menekuk ke belakang, ke arah saluran pelepasan. Diperkirakan ada sekitar 30% wanita memiliki rahim retrofleksi. Mayoritas wanita memiliki rahim yang letaknya cenderung ke depan dan condong ke arah perut, yang dinamakan posisi rahim antefleksi. .

  • Kejang pada Bayi

    Kejang dapat terjadi sebagai akibat dari adanya kontraksi otot yang berlebihan yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu dan di luar kendali. Tingginya suhu tubuh pada anak merupakan salah satu penyebab terjadinya kejang demam, istilahnya kejang deman (convalsio febrilis) atau stuip/step.

  • Kenali Penyakit Meningitis

    Meningitis merupakan peradangan pada selaputotak atau sumsum tulang belakang.Jika peradangan terjadi pada daerah tulang belakang dikenal dengan sebutan spinal. Sementara granial meningitis adalah sebutan meningitis yang menyerang daerah otak.

Sabtu, 17 Februari 2018

Senam Hamil Bikin Ibu Makin PD (Percaya Diri)

Posted by Bundamedik Healthcare System on 07.07 with No comments
Salah satu kunci persalinan normal adalah membangun PD (percaya diri) bumil. Salah satunya adalah dengan senam hamil. Senam Hamil akan memiliki banyak manfaat, seperti: melatih otot-otot persalinan, melatih teknik pernafasan ibu, mengkondisikan/membiasakan bumil terhadap posisi-posisi yang akan digunakan dalam persalinan serta meningkatkan rasa percaya diri dan sikap positif terhadap persalinan.

Senam hamil seringkali dianggap tidak bermanfaat dan banyak yg bilang pada saat persalinan, maka semua yg diajarkan pada saat senam hamil akan lupa semua! Hal ini benar adanya, namun hal ini terjadi karena senam hamil terlambat dilakukan.

Banyak bumil yang baru mulai untuk senam hamil pada saat kehamilannya sudah mencapai trimester ketiga atau bahkan setelah mencapai 9 bulan. Hal ini sebenarnya sudah terlambat, karena untuk melatih otot dan teknik pernafasan dibutuhkan waktu yg tidak sebentar. Contohnya, saat seseorang ingin ahli dalam olahraga tertentu, maka perlu dilakukan latihan sejak berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu jangan harap senam hamil memberikan manfaat maksimal bila baru dilakukan di trimester ketiga.


Pada prinsipnya senam hamil harus dilakukan sedini mungkin. Usia kehamilan 16 minggu saat ibu sudah merasakan nyaman dengan kehamilannya, maka senam hamil sudah dapat dimulai.

Sumber : dr. Ivander R. Utama, SpOG - RSIA Citra Ananda





Kamis, 15 Februari 2018

Perkembangan Bicara dan Bahasa pada Anak

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.34 with No comments
Bicara merupakan kemampuan anak yang seringkali sangat ditunggu baik oleh orangtua maupun dokter anak. Kemampuan bicara seorang bayi/anak dapat membantu memprediksikan kecerdasan anak secara keseluruhan.

Bahasa terdiri dari berbagai macam simbol yang bertujuan menyimpan atau mengirimkan informasi dari seseorang kepada orang lain di sekitarnya. Kemampuan berbahasa dapat memcerminkan kemampuan mendengar dan kemampuan mengerti/memahami suatu pembicaraan. Bahasa bukan hanya dapat diamati dalam bentuk kemampuan berbicara tetapi juga dapat dilihat dalam bentuk visual. Misalnya, kita mampu memahami mimik seorang bayi yang sedang gembira, marah, atau sedang takut. Tahapan berbicara seorang bayi/anak meliputi :

Bahasa Visual
Adalah cara seorang bayi menyampaikan keinginan atau apa yang dirasakannya melalui ekspresi wajah. Bahasa visual penting untuk diperhatikan karena timbul pada usia sangat dini, misalnya:
  • “Senyum sosial” adalah salah satu bahasa visual yang dapat dilihat   pada saat bayi berusia 4-6 minggu.
  • Usia 4-5 bulan, bayi sudah dapat mencari dengan cara menoleh ke arah rangsang suara (misalnya suara bel).
  • Usia 6-7 bulan, bayi mulai senang bermain cilukba.
  • Usia 8-9 bulan, bayi mulai dapat meniru permainan sederhana seperti tepuk tangan.
  • Usia 9 bulan, bayi dapat melambaikan tangan dan biasanya juga dapat menunjuk mainan yang diinginkan.
Bahasa Reseptif
Adalah bagaimana seorang bayi/anak memahami apa yang disampaikan oleh orang lain. Contoh bentuk bahasa reseptif pada bayi adalah:
  • Bayi usia 2-3 bulan memperhatikan dan mendengarkan orang dewasa yang berbicara di dekatnya. Ketika orang dewasa tersebut berhenti bicara, seorang bayi seringkali gantian mengoceh.
  • Usia 4-5 bulan, bayi dapat mulai mencari sumber suara
  • Usia 7-9 bulan, bayi akan menoleh/tersenyum apabila dipanggil namanya
  • Usia 9 bulan, bayi sudah mengerti apabila dilarang atau bisa memahami kata “jangan”. Bayi juga sudah memahami perintah sederhana seperti “ayo beri bolanya”.
Bahasa Ekspresif
Adalah bahasa yang sehari-hari kita anggap sebagai berbicara yang sesungguhnya. Sebelum tiba di bahasa ekspresif, semestinya seorang anak sudah menguasai dulu bahasa visual dan reseptif. Tetapi, pada gangguan perkembangan AUTISME, seringkali kemampuan berbahasa ekspresif muncul tanpa didahului oleh tahapan bahasa sebelumnya. Kemampuan anak normal berbahasa ekspresif dikuasai melalui beberapa tahapan sejak bayi, yaitu:
  • Usia 4-6 minggu, bayi akan memperdengarkan suara vokal yang disebut “cooing” , seperti “ uuuuu” atau “aaaaa”.
  • Usia 4-5 bulan, bayi mengeluarkan monosilabel seperti “ba” atau “ ga”, yang disebut tahapan “babbling”.
  • Usia 6-9 bulan disebut tahapan “babbling” yang lebih kompleks/polisilabel seperti “mamama” atau “papapa”. Pada tahap ini seringkali orangtua menganggap bahwa bayinya sudah bisa bilang “mama” atau “papa”. Padahal sebetulnya pada tahap babbling ini bayi belum mengerti apa yang diucapkannya.
  • Usia 9-12 bulan (umumnya 12 bulan) barulah biasanya bayi mulai mengerti beberapa kata bahkan dapat mengucapkan 1-2 kata seperti mama, papa, atau menyebut nama anggota keluarga lain. Pada saat ini juga bayi mengerti arti kata “jangan” atau “tidak”.
  • Setelah usia 12 bulan, barulah produksi kata-kata/pemahaman kata bayi lebih cepat meningkat dari periode sebelumnya.
  • Usia 18-20 bulan anak sudah dapat menyebut minimum 20 kata.
  • Usia 24 bulan biasanya anak dapat menyebut sekitar 50 kata, dan dapat menggunakan 2 kata.
Kalau kita memahami tahapan bahasa visual dan reseptif pada bayi, sebetulnya gangguan bicara dapat dideteksi jauh sebelum bahasa ekspresif muncul. Bahasa visual dan reseptif seringkali berhubungan dengan fungsi pendengaran anak. Misalnya, bila pada usia 4-5 bulan anak tampak tidak merespon suara, maka kita harus mengevaluasi indera pendengarannya.

Pendengaran merupakan indera yang sangat penting dalam perkembangan bicara anak. Karena itu, evaluasi pendengaran dalam bentuk screening pendengaran saat bayi lahir amat penting dilakukan. Gunanya adalah untuk mendeteksi kelainan sedini mungkin sehingga secepatnya dapat dilakukan intervensi.

Mencegah gangguan perkembangan bicara
Tahap perkembangan bayi akan berjalan dengan baik bila mereka dibesarkan dengan diberi rangsangan seoptimal mungkin. Mengajak bayi ngobrol sejak dini merupakan hal yang sangat baik dalam mengoptimalkan perkembangannya bicaranya. Menonton televisi, ipad atau hand phone seringkali menarik perhatian bayi. Dua hal yang sangat penting diperhatikan pada tahap dini perkembangan adalah memberi kesempatan bayi bergerak (modal bayi mengembangkan fungsi motorik nya) dan berinteraksi (modal bayi dalam bicara). Kedua hal ini akan berkurang bila bayi diberi kesempatan melihat TV, mereka akan diam dan tidak berinteraksi. Karena itu, sebaiknya tidak memberi kesempatan bayi melihat TV sampai mereka berusia 2 tahun atau sampai mereka betul betul tampak jelas tidak mempunyai masalah dalam bicara.

Sumber : dr. Tiwi, SpA, MARS - RSIA Citra Ananda




Selasa, 13 Februari 2018

Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi Pada Ibu Hamil

Posted by Bundamedik Healthcare System on 07.50 with No comments
Pemeriksaan dan perawatan gigi dan mulut wanita yang akan, sedang dan telah melahirkan sangatlah penting. Pada masa kehamilan akan terjadi perubahan hormon yang mengakibatkan ibu hamil rentan terhadap peradangan gusi, rentang terhadap timbunan plak, dan perdarahan pada gusi.

Apabila dibiarkan :
  1. Berakibat kelahiran prematur
  2. Ibu yang mengalami infeksi pada jaringan periodontak dapat menularkan infeksinya kepada janin melalu darah dan plasenta.
  3. Bakteri penyebab gigi berlubang (streptococcus mutans) dapat menyebar keseluruh tubuh melalui sirkulasi darah, dapat membahayakan jantung ibu hamil.
  4. Pregnancy gingivitis merupakan peradangan gusi yang paling sering terjadi pada ibu hamil. Dapat berkembang menjadi pembengkakan gusi yang lebih besar (pregnancy tumor) bila tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan kegoyahan gigi.
Pencegahan :
  1. Pemeriksaan dan perawatan kesehatan gigi
  2. Pembersihan karang gigi secara rutin
  3. Penumpatan gigi berlubang
  4. Perawatan saluran akar

Sumber : drg. Yuli Puspaningrum, SpKG - RSIA Citra Ananda




Senin, 12 Februari 2018

Mempercepat Kehamilan dengan Inseminasi

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.59 with No comments
Menjadi orang tua adalah harapan dari hampir kebanyakan pasutri. Keinginan untuk segera mengandung dan menggendong sang malaikat kecil kadang begitu tinggi hingga kerap kali membuat pasutri tidak sabar dan segera berkunjung ke dokter untuk menanyakan apakah ada masalah yang membuat calon ibu tidak kunjung mengandung.

Kesulitan untuk mengandung atau infertil, didefinisikan oleh WHO sebagai suatu keadaan dimana suatu pasangan memiliki kesulitan untuk hamil setelah melakukan hubungan suami istri secara teratur dalam waktu 1 tahun. Data statistik menunjukkan bahwa 80% pasutri akan segera hamil dalam tahun pertama pernikahan, oleh karena itu evaluasi baru perlu dilakukan bila pernikahan sudah mencapai usia 1 tahun. Namun hal ini boleh dilakukan lebih cepat atas indikasi tertentu, misalnya : usia pasutri yang relatif lanjut, ada gangguan dalam pola menstruasi, gangguan/disfungsi dalam hubungan suami istri, ada penyakit tertentu yang harus mempercepat kehamilan, dan indikasi nonmedis lainnya seperti tuntutan keluarga, pekerjaan, dll.

Dalam melakukan program hamil, yang terpenting adalah memilih metode yang paling cocok untuk calon orang tua. Dalam program hamil, saat ini ada 3 cara yang dapat digunakan untuk mempercepat kehamilan, yaitu : Controlled/Monitored Natural Cycle (cara alami terkontrol), Inseminasi, dan bayi tabung. Angka keberhasilan untuk setiap metode terebut bervariasi, cara alami memiliki angka keberhasilan hingga 5%, inseminasi memiliki angka keberhasilan hingga 15%, sedangkan bayi tabung memiliki angka keberhasilan tertinggi hingga 45%. Setiap pasutri yang masuk dalam program hamil, harus melakukan beberapa pemeriksaan dasar, seperti USG, laboratorium dan SIS/HSG. Tujuannya adalah untuk menentukan metode apa yang paling cocok untuk pasutri tersebut.

Inseminasi adalah salah satu cara untuk mempercepat kehamilan dengan cara menyuntikkan sperma suami yang telah diproses langsung ke dalam rahim calon ibu. Program hamil dengan inseminasi termasuk populer, karena dari segi biaya jauh lebih ekonomis daripada bayi tabung dan memiliki angka keberhasilan di atas cara alami. Tentunya perlu dilakukan persiapan terlebih dahulu pada suami dan istri sebelum menjalani inseminasi.

  1. Persiapan Suami
    Pemeriksaan laboratorium standar dan screening untuk berbagai penyakit yang dapat ditularkan melalui darah dan penyakit menular seksual harus dilakukan sebelumnya. Selain itu, suami harus memiliki kualitas sperma minimal untuk bisa dilakukan inseminasi, maka pemeriksaan sperma harus dilakukan sebelum memutuskan apakah pasutri merupakan kandidat untuk inseminasi atau tidak.
    Tindakan inseminasi memerlukan suami untuk tidak melakukan hubungan seksual dan masturbasi 3-5 hari sebelumnya, dengan demikian maka kualitas sperma yang dihasilkan pada saat inseminasi akan lebih optimal.
     
  2. Persiapan Istri
    Istri harus dipersiapkan sejak hari kedua menstruasi. Pemeriksaan laboratorium dasar juga harus dilakukan seperti suami, juga pemeriksaan terhadap hormon mungkin perlu dilakukan.
    Pemeriksaan dengan menggunakan USG transvaginal harus dilakukan dengan tujuan untuk memonitor efek dari obat yang akan diberikan untuk merangsang pematangan dan pemecahan sel telur serta memonitor kesiapan rahim dalam menerima janin.
    Obat untuk pematangan telur dapat diberikan berupa obat minum, obat sunti, atau kombinasi minum dan suntik.

Inseminasi akan dilakukan saat ukuran telur yang diperoleh sudah optimal dan calon orang tua akan dijadwalkan untuk datang ke RS untuk melakukan inseminasi. Suami akan diminta untuk mengeluarkan sperma yang kemudian akan diproses untuk dimasukan ke dalam rahim istri. Proses pengolahan sperma ini memakan waktu sekitar 2-3 jam, sedangkan proses inseminasi pada istri berlangsung cepat yaitu sekitar 5 menit saja.

Inseminasi adalah cara cepat, mudah dan relatif terjangkau untuk mempercepat kehamilan. Apakah pasutri merupakan kandidat yang tepat untuk inseminasi? Tentunya hal ini memerlukan evaluasi terlebih dahulu, hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa tindakan inseminasi yang akan dilakukan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi untuk pasutri tersebut.


Salah satu hal terpenting untuk keberhasilan program hamil dengan metode apapun adalah menghindari stress yang berhubungan dengan program hamil itu sendiri. Over ekspektasi terhadap keberhasilan program membuat pasutri mengalami depresi dan meningkatkan angka kegagalan dari program itu sendiri. Bersikap pasrah kepada Tuhan YME dan berdoa akan membuat calon orang tua menjadi tenang dan tentunya manusia berusaha namun Tuhanlah yang menentukkan.

Sumber : dr. Ivander R. Utama, SpOG - RSIA Citra Ananda


























Kamis, 08 Februari 2018

Wajarkah Suara Nafas Grok-Grok pada Bayi ?

Posted by Bundamedik Healthcare System on 09.24 with No comments
Salah satu hal yang paling sering menjadi kekhawatiran orang tua adalah bayi yang tampak batuk, pilek, atau kadang muncul suara grok-grok.

Apabila tidak disertai demam tinggi, maka hal ini masih mungkin wajar, disebabkan oleh produksi lendir di saluran nafasnya. Lendir akan makin banyak saat suhu dingin, misal di malam hari, atau kurang ASI/minum.

Jangan terburu-buru memberikan obat batuk dan pilek, apalagi antibiotik, karena obat batuk dan pilek untuk anak belum tentu aman untuk bayi. Sementara antibiotik tidak diperlukan apabila bayi tidak mengalami infeksi oleh bakteri.

Bagaimana membantu meredakan kondisi tersebut ?
  1. Menghindari suhu dingin dan udara kering, dengan mengurangi penggunaan AC, atau mengusap minyak atau balsam yang aman untuk bayi di dada dan punggung. Penggunaan humidifier juga akan membantu mengurangi produksi lendir di saluran nafas.
  2. Meningkatkan frekuensi pemberian ASI/minum, terutama yang bersuhu hangat untuk mengencerkan lendir di saluran nafasnya sehingga lebih mudah dikeluarkan.
  3. Memberikan tetes atau spray hidung salin. Ini aman digunakan pada bayi untuk mengencerkan lendir di saluran nafasnya sehingga lebih mudah dikeluarkan.
  4. Yang pasti, tidak boleh ada perokok di rumah karena zat-zat dalam rokok yang menempel di permukaan rambuh, tubuh, pakaian dan dapat bertahan hingga 2 minggu akan mengiritasi saluran nafas bayi. Hindarkan juga dari anggota keluarga lain yang sedang sakit.
Yang penting dilakukan adalah memantau adanya tanda-tanda bahaya : demam  tinggi, lalu nafas lebih dari 50x semenit (usia dibawah 1 bulan) atau 40x semenit (usia 1-6 bulan), serta adanya tarikan/cekungan di sela-sela tulang rusuk saat bayi menarik nafas.

Berkonsultasilah dengan Dokter Spesialis Anak anda apabila ada keraguan mengenai kondisi bayi dan anak.

Sumber : dr. Caessar Pronocitro, SpA, M.Sc - RSIA Citra Ananda